Antara Pengayom dan Pemalak

…..Arah kebijakan strategi Polri yang mendahulukan tampilan selaku pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat dimaksud bahwa, dalam setiap kiprah pengabdian anggota Polri baik sebagai pemelihara Kamtibmas maupun sebagai penegak hukum haruslah dijiwai oleh tampilan perilakunya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat…bla bla bla SHIT !!!
itulah kata-kata pertama yang muncul ketika gw mengakses web http://www.polri.go.id hmm..pelindung dan pengayom masyarakat ???
Begitu mulia ternyata tugas seorang polisi..sampai-sampai karena begitu mulianya gw kena marah sama atasan gw gara2 Pelindung Masyarakat ini…penyebabnya perusahaan gw telat setor “Uang Koordinasi Kepolisian”
Ya Uang Koordinasi itulah istilah halus yang dipakai oleh Sang Pelindung (bukan sang kodok -red) untuk meminta jatah setoran…mereka berdalih uang koordinasi dipake untuk biaya mereka patroli “Pak mobil patroli kami butuh bensin untuk melakukan patroli rutin” wow ternyata polisi itu gak punya jatah uang jalan untuk patroli sehingga beban uang jalan dilimpahkan kepada mayarakat kasian polisi ternyata gak punya dana untuk membiayai patroli rutin T..E..R..L..A..L..U (Minjem istilah bang haji Rhoma Irama sedikit hehehe) oh pantes kalo gitu gw sering liat polisi malak pengendara di jalan mungkin untuk beli bensin buat patroli…duh memalukan !! hahaha…tapi sudah rahasia umum (Rahasia tapi kok umum ya bukan rahasia dunk :( ) coba cek aja kemayarakat pandangan meraka tentang polisi pasti jawabanya tukang minta uang di Jalan haha gw jamin tu…silahkan pak Kapolri cek sendiri kalo gak percaya 1001 yang bilang polisi tu pengayom masyarakat…paling orang yang bilang begitu itu karena Bokapnya polisi atau pacaranya Polwan hahaha…

Tapi gak semua Polisi begitu mungkin itu cuma ulah segelintir orang ato biasa disebut OKNUM ..tapi ingat istilah ini pak Polisi “Karena nila setitik, rusak susu sebelanga” nila setitik aja bisa ngerusak susu sebelanga gw takut kalo dikepolisian titiknya udah segede pulau Bali jadi bisa Rusak tu Polisi seluruh Indonesia hahahahahah…siap pak !!!.
polisi gawena ngan pungli

6 Tanggapan ke “Antara Pengayom dan Pemalak”

  1. Erwan Berkata:

    Wedew, kami menyebut polisi yang seperti itu sebagai “Wereng Coklat”. Tapi ya…. itulah kenyataan, memang kalo mo hidup di Indonesia ini kita harus jadi pendekar. Perlindungan Allah Yang Maha Melindungi tidak diteruskan oleh Khalifahnya di Indonesia (baca : Pemerintah Negara Republik Indonesia). kok jadi berat gini ya yang dibahas :D

  2. aadmin Berkata:

    hehehe hati2 banyak detasemen 88 berkeliaran hahahah

  3. aRai Berkata:

    ceuk urang jawa mah “kalah menang nyirik”

    jadi percuma urusan jeung polisi mah …. mun ceuk gusdur tea mah “laporan kehilangan ayam harus beli sapi”

    menurut pengalaman berurusan dengan polisi dari hal yg kecil ampe yg gede ga jauh dari ujung-ujungna duit (curhat, -red) … jadi inget ada temen di pukul ma orang tapi untuk keluar kantor polisi harus merogoh duit 3 juta … xixixi

    BTW … punten ngiring ngalangkung kang nyak :D

  4. iwan Berkata:

    nuhun ah mang arai hehe iraha mudik euy

  5. faiza Berkata:

    Hack aja udah..
    gue juga dah eneQ..
    maren2 ada bugnya tuh…tinggal di bikin “Hacked By Th0nk”, cuman berubung ane sibuk..jadi terlupakan…
    gimana kita hunting aja tuh websitenya…wakakakakak….

    **KaboorrRrr_ngumpet_di_polsek

  6. iwan Berkata:

    ahaha cyber syaithon instink kembali mempengaruhi hahahahahahaha

Tinggalkan Balasan